5 Alasan Utama Kenapa Pengajuan KUR Ditolak

210 views

Pengajuan KUR Ditolak? Sudah umum diketahui bahwa KUR atau Kredit usaha rakyat merupakah salah satu program pemerintah yang bekerjasama dengan beberapa bank nasional yang memberikan paket kredit murah yang ditujukan bagi pelaku ekonomi mikro, kecil dan menengah (UMKM) tapi banyak juga kasus dimana banyak pengusaha mengeluh  Kenapa Pengajuan KUR Ditolak?

alasann KUR ditolak, Penyebab kur tidak di acc

Sebelum membahas lebih jauh mengenai alasan kenapa saat mengajukan KUR ditolak perlu dipahami lebih dahulu apa itu bank dan apa itu KUR. Bank disini merupakan badan usaha pemberi pinjaman, dan tentu saja sebelum menyalurkan kredit kepada masyarakat ada beberapa poin pertimbangan apakah pelaku usaha layak mendapatkan kredit.

Kedua Pemerintah. Pemerintah disini hanya sebagai badan yang memberikan kebijakan terkait bantuan kepada pelaku usaha yang pada intinya kembali lagi kepada pihak Bank terkait kelayakan usaha yang didanai.

Alasan umum Kenapa Pengajuan KUR Ditolak

Jika saat ini pengajuan kur anda ditolak oleh pihak bank, memang beberapa bank jarang menyampaikan alasanya secara terperinci, namun pada umumnya hal yang sering menjadi alasan penolakan pinjaman bank adalah sebagai berikut.

Baca Juga : Usaha atau Bisnis Apa Saja Yang Bisa Mengajukan KUR

Terkendala Kredit Macet

  • Kredit macet seringkali point atau masalah yang jamak ditemukan pada pelaku usaha yang saat melakukan pengajuan KUR ditolak
  • Jika anda memiliki kredit macet baik dalam bentuk pinjaman KPR atau pinjaman pembelian kendaraan dan elektronik di Leasing ada baiknya anda segera membayarkan terlebih dahulu sebelum memulai pengajuan
  • Lebih spesifik jika anda pernah mengalami kredit macet, NIK anda akan tertera pada BI Checking yang merupakan bahan pertimbangan dasar apakah kredit anda layak di ACC atau tidak

Usaha tidak layak atau baru merintis

  • Point ini juga tak kalah penting, dimana para mantri atau penyurvei yang memantau langsung usaha anda merasa tidak yakin apakah usaha anda berjalan semestinya
  • Untuk mengatasi masalah ini pastikan usaha anda tertata dan memiliki laporan penjualan dan pengeluaran usaha untuk lebih meyakinkan.
  • Usaha yang baru dirintis juga rawan ditolak saat pengajuan. Biarkan terlebih dahulu usaha anda berjalan plaing tidak selama 6-12 bulan. Hal ini juga untuk membuat anda paham tentang usaha yang anda jalankan.

Memberikan Data Palsu Saat Survei

  • Hal ini tak kalah penting dan cukup jamak ditemui dimana saat dilakukan survei pihak yang mengajukan pinjaman tidak dapat menjelaskan dengan pasti tentang usaha yang diajukan, bahkan terkesan memberikan penjelasan yang berbelit kepada mantri.
  • sebagai contoh kasus bapak A mengajukan pinjaman akan tetapi pas dilakukan survei bapak A tidak mampu memberikan penjelasan tentang data keuangan, distribusi barang atau bahkan dari mana stock barang datang.

Kuota KUR Sudah Penuh atau Tercapai

  • Berbeda dengan pinjaman konvensional, KUR memiliki kuota dan jatah pembagian tiap tahunya.
  • Lantas bagaimana jika sudah full? anda dapat mencoba ke bank lain untuk melakukan pinjaman, jika di KUR Mikro BRI sudah full anda bisa mencoba ke KUR Mandiri, BNI atau bank lainya.

Baca Juga : 7 Cara Mudah Agar Pengajuan KUR Langsung ACC Dengan Cepat

Anda Sedang Memakai Produk KUR Dari Bank Lain

  • Pinjaman KUR merupkan produk pinjaman yang dikhususkan bagi wirausahawan yang ingin mengembangkan sayap usahanya, dan satu usaha hanya dapat diajukan 1 kali aplikasi, jadi jika anda sudah mendapatkan pinjaman KUR anda tidak dapat mengajukan kembali KUR di bank Lain
  • Solusinya anda dapat melakukan Top up pinjaman ke bank penyalur KUR anda sebelumnya, hal ini dapat dilakukan dengan ketentuan anda memiliki riwayat pembayaran yang bagus serta sudah berjalan minimal setengah dari masa tenor atau paling cepat satu tahun
Itulah tadi beberapa masalah yang sering ditemui terkait keluhan Kenapa Pengajuan KUR Ditolak oleh sebab itu, jika anda sedang mencoba mengajukan pinjaman usaha (KUR) untuk usaha pastikan anda melengkapi semua persyaratan dan tata usaha anda dengan benar minimal dengan mengatur pembukuan (bagi usaha ritel) atau pastikan usaha anda tertata rapi saat survei.

3 komentar

  1. kadang memang tergantung dari mantri yang survei pak, ada yang cepat ada yang lambat. Solusinya anda dapat meminta contact bagian surveyor atau mantri terlebih dahulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *